Blogger Tricks

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Selasa, 05 November 2013

Naskah Drama "MERDEKA ATAU MATI"



Scene 1
Beratus tahun warga indonesia telah memperjuangkan tanah airnya, melawan penjajahan yg sudah berdiri cukup lama di tanah air ini. Tidak semua perlawanan warga indonesia berhasil, namun mereka masih berkobar, bermandikan darah pantang menyerah, mendengarkan suara gemuruh tembakan dan bom, di penuhi jeritan kesakitan yg seakan menjadi sulutan semangat.
Pulau jawa, 1939 di ceritakan 4 orang yg berbeda keyakinan berbeda latar belakang bergabung menjadi satu kelompok tentara demi membela tanah air tercinta dari para penjajah jahat yg telah menduduki dengan paksa tanah air ini.
Pejuang 1 (harri) : tidak bisa di bayangkan sekarang aku duduk di mobil yg akan membawaku ke markas tentara indonesia. (seraya menatap pakaian pejuangnya) ini akan sangat hebat.
Pejuang4(syifa) : ya, terlihat seperti orang yg ingin mati.
Pejuang1(harri) : hey, kau tak senang yah? Kau tak suka membela tanah airmu sendiri? (melihat ke arah pejuang4)
Pejuang4(Syifa) : aku tak berniat untuk membela tanah air ini. Aku hanya ingin membalaskan dendamku atas meninggalnya ayahku oleh tentara belanda sialan itu! (sambil mengepalkan tangan)
Pejuang1(harri) : kau ini, negeri ini adalah tempatmu di lahirkan! Berterimakasihlah! berjuang demi tanah airmu!
Pejuang4(Syifa) : (diam saja lalu berpaling melihat pejuang3) kau kenapa diam saja? Kau terlihat ketakutan.
Pejuang3(lusi) : (sambil menunduk) aku tidak tahu, hanya saja aku belum pernah menggunakan pistol atau senapan.
Pejuang1(harri) : astaga, darimana asalmu? Apakah kau anak dari pejabat? (sambil menatap pejuang3)
Pejuang3( lusi) : jakarta, dari kecil aku selalu di kawal oleh dua orang bersenjata. Aku tak perlu menggunakan senjata.
Pejuang4(Syifa) : pantaslah (berpaling menatap jalan)
Pejuang1( harri) : tenang nanti kau pasti akan bisa (seraya tersenyum) siapa namamu? Namaku ridwan asal bandung.
Pejuang3 (lusi) : (membalas senyum) namaku Retno
Pejuang1(harri) : hey kau, nama kau siapa? (melihat kearah pejuang4)
Pejuang4( Syifa) : Sidha (sambil masih menatap jalan)
Pejuang1(harri) : hy yang di pojok? Siapa nama mu?
Pejuang 2 (tiya) : Nama ku Sukarni
Pejuang1(harri) : apakah tempatnya masih jauh ya? (melongok sedikit ke depan)
Pejuang3(lusi) : (hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu)

Scene2
Selama perjalanan mereka hanya berdiam diri, sesekali mereka mengobrol singkat lalu hening lagi. Setelah menempuh 4jam perjalanan akhirnya mereka sampai di markas.
Kapten(Rifki): semuanya berkumpul!!
(semua tentara berkumpul)
Kapten(rifki): kalian akan saya beri tugas masing2, saya akan bagi kalian menjadi beberapa tim, Mengerti?
Pejuang(semua): siap mengerti!
Setelah itu ternyata Retno, sidha, Sukarni dan ridwan masuk dalam satu tim
Pejuang1(harri): hey ini tugas pertama kita (sambil mengacungkan selembar kertas sambil tersenyum)
Pejuang2(tiya): markas persenjataan dan kapal udara ,di malang yah?
Pejuang3(lusi): lumayan jauh juga
Pejuang1(harri): (mengangguk setuju) ayolah kita mengambil persenjataan dan perlengkapan yg lainnya dulu.
Tugas mereka adalah menghancurkan markas senjata sekaligus kapal udara milik belanda, setelah mereka bersiap mereka pun berangkat menggunakan mobil sampai perbatasan.

Scene3
Setelah sampai perbatasan mereka meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, di tengah perjalanan mereka melihat ada seorang warga indonesia yg di cegat oleh belanda dan di paksa untuk menyerahkan hasil berkebunnya.
Belanda1(ari): Kemarikan itu hasil kebunmu (logat kebarat-baratan)
Warga(Ina): tapi ini untuk keluarga saya.
Belanda2(elsa): Kami tidak peduli!
Pejuang1(harri): Hey kau!! Lawan kami kalo berani!(gaya menantang)
Pejuang3(lusi): apa-apaan?!! (kaget di tambah takut)
Belanda3(farhan): Pengecut seperti kalian mau apa? Hah? (sambil meludah)
Pejuang2(tiya): Sialan!! (menodongkan pistol)
(serempak pejuang1 dan para belanda pun ikut menodongkan pistol)
(pejuang3 mundur beberapa langkah)
(pejuang1 menarik tangan pejuang 3)
Pejuang1(harri): apaan kau ini?!
(tentara belanda menembakkan peluru ke dekat kaki pejuang2)
Pejuang2(tiya): sial!! (sambil melepaskan tembakan dan tepat mengenai dada tentara belanda1 lalu beralih menembak belanda2 dan belanda 3 di kakinya)
(pejuang1 langsung mendekat ke belanda3 dan langsung mengikatnya)
Pejuang1(harri): hey Retno! Bantu aku untuk menaikkan orang ini ke mobil!
(pejuang3 pun membantu pejuang1 menaikkan belanda3 ke mobil milik belanda, pejuang2 dan pejuang4 hanya diam, lalu berjalan ke arah mobil belanda) 

Scene4
Mereka pergi menggunakan mobil milik tentara belanda menuju markas belanda dengan di tunjukan oleh tentara belanda yg tadi telah tertembak di kaki. Setelah cukup dekat mereka menurunkan tentara belanda itu lalu menembak mati di tempat. Sebelum di tembak tentara belanda itu membocorkan rencana tentara belanda yg akan pergi menyerang semarang setelah sebelumnya berlatih dahulu di tepi sungai citanduy.
Mereka berempat menunggu hampir selama dua hari. Dan akhirnya tentara belanda pergi untuk berlatih di tepi sungai, hanya ada beberapa tentara yg mendapatkan tugas untuk menjaga markas.
Setelah selesai mereka mengendap2 ke dalam markas dan memasangkan beberapa jebakan mereka menunggu untuk kepulangan tentara belanda yg telah berlatih. Setelah para tentara belanda pulang berlatih dan sudah masuk ke dalam jebakan mereka pun menekan tombol bom.
Pejuang1(harri): tekan sekarang? (Sambil siap2 menekan tombol)
Pejuang2(tiya): tunggu! (mengintip ke markas) sekarang!!
Pejuang1(harri): (menekan tombol bom)
Ledakan besar pun terjadi
Pejuang2(tiya): ayo sekarang serang!! (keluar dari persembunyiannya)
Pejuang1(harri)dan pejuang4(syifa): serangggg!!! (berdiri)
(pejuang3 hanya memeluk senapannya takut, setelah beberapa detik dia mulai berdiri dan bersukarni)
Adu baku tembak terjadi antara empat orang tentara indonesia dan sisa tentara belanda.
(tentara belanda terakhir, pejuang3 menembak pas di dadanya.)
(pejuang1  pejuang2 dan pejuang 4 menatap pejuang3 lalu tersenyum)
Bersamaan: MERDEKAA!!!
separador

12 komentar:

Ryano Azumi Kunnichiwa Kunnichiwa mengatakan...

wahh keren nih mbak naskah'a, lebih mantep kalo diperanin..
Good job mbak :D

gerardo-yeah mengatakan...

Wah Sangat Bagus Sekali Naskahnya , Semoga Dapat Membantu Orang Yang Membutuhkan Naskah Drama Yang Bagus Ini

Elsa Febriani mengatakan...

ryano: udah diperanin kemarin.. haha ,, terima kasih :)

Elsa Febriani mengatakan...

gerardo: iya terima kasih,, aamiin :)

wolesaja.us mengatakan...

wow bagus banget naskah dramanya :D, BTW animasinya bagus tuh ^_^

Syarif Gokilz mengatakan...

mantaaap naskah nya sob!

dede raditya mengatakan...

bagus and menarik naskahnyaa makasi atas infonya

Revan Froste mengatakan...

Nice post! comment back! http://diverzer.blogspot.com/2013/11/cara-upload-css-di-google-sites.html

Emje Ahsan mengatakan...

keren dah..
lebih we a we lagi kalo endingnya ditambah sedikit adegan konflik fisik, sensasi kemerdekaanya pasti lebih (y)

kalo ada waktu mampir juga ya di http://emjeahsan.blogspot.com/ :)

yusuf habibillah mengatakan...

post-post seperti ini memang patut dihargai!
nice post gan/aganwati

ditunggu komen balik nya di http://lzmodern.blogspot.com/2013/11/internet-download-manager-idm-v618.html

All In Share mengatakan...

Walaupun panjang tapi keren abis deh :)
Kunjungi juga ya http://bloggernoobindo.blogspot.com/

Anggun Yp mengatakan...

Jejak yah kak :'v
Izin Comot karyanya ^^

Posting Komentar

Categories

Blog Archive

Followers